ANGGRAN PERUSAHAAN
oleh : Eko Waskhito Nry
D3 KEUANGAN DAN PERBANKAN
UNIVERSITAS MERDEKA MALANG
BAB
1 BUSINESS BUDGET
BUSINESS BUDGET
• Suatu
rencana tentang kegiatan perusahaan, mencakup berbagai kegiatan operasional
(pembagian fungsi dlm perusahaan : marketing, production, financing,
administration and human resources management) yang saling berkaitan dan saling
mempengaruhi satu sama lain.
• Merupakan
pendekatan formal & sistimatis (mencakup seluruh kegiatan perusahaan &
dinyatakan dalam unit moneter.
Empat Unsur Budget
- Rencana : penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan di waktu yang akan datang.
• Budget
mrpk salah satu bagian dari rencana-rencana perusahaan.
2. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan.
3. Dinyatakan dalam UNIT MONETER.
4. Jangka waktu tertentu yang akan datang.
• Budget
Strategis : jangka panjang
• Budget
Taktis : Periodical Budget ( 1 tahun )
& Continuous Budget (3 bulan )
Alasan Perusahaan
Menyusun Rencana
- Waktu yang akan datang penuh ketidakpastian.
- Waktu yang akan datang penuh dengan berbagai alternatif pilihan.
- Rencana diperlukan sebagai pedoman kerja di waktu yang akan datang.
- Rencana diperlukan oleh perusahaan sebagai alat pengkoordinasian kegiatan2 dari seluruh bagian2 yang ada di dalam perusahaan.
- Rencana diperlukan sebagai alat pengawasan terhadap pelaksanaan (realisasi) dari rencana tersebut diwaktu yang akan datang.
Pertimbangan Pemilihan
Jangka Waktu Budget
- Luas pasar penjualan produk yang dihasilkan.
- Posisi perusahaan dalam persaingan.
- Jenis produk yang dihasilkan perusahaan (in-elastis/elastis).
- Tersedianya data & informasi untuk melakukan penaksiran2 ( forecasting).
• Budget
yang baik dapat digunakan sbg pedoman kerja, alat pengkoordinasian kerja, alat
pengawasan kerja, shg budget berisi taksiran2 yang kuat, shg tdk harus
direvisi.
5.
Keadaan perekonomian pada umumnya.
Kegunaan Budget
- Pedoman kerja dan memberikan arah/ target2 yang harus dicapai pada waktu yang akan datang.
- Alat pengkoordinasian kerja, agar antar bagian pada perusahaan saling menunjang menuju sasaran yang telah ditetapkan.
- Alat pengawasan kerja : budget sbg tolok ukur, sbg alat pembanding u/ menilai (evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan nanti.
Faktor2 Yang
Mempengaruhi Penyusunan Budget
- Faktor2 Intern (controlable factor) : data, informasi dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan sendiri.
Ex :
penjualan tahun2 lalu, kebij. Perush thd harga jual, syarat2 pembayaran,
kapasitas produksi, pemilihan saluran distribusi, modal kerja, tenaga kerja
(kualitatif = keterampilan & keahlian /kuantitatif =
Jumlahnya), fasilitas yang dimiliki , kebij. Perush. Yang berkaitan dgn
pelaksanana fungsi2, dll.
2.
Faktor2 Extern
(un-controlable factor) : data, informasi
dan pengalaman yang terdapat di luar perusahaan, tetapi dirasa mempunyai
pengaruh terhadap kehidupan perusahaan.
Ex : keadaan persaingan, tingkat
pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan, tingkat pendidikan, penyebaran
penduduk, Agama adat istiadat, kebj. Pemerintah di POLEKSOSBUD &
keadaan perekonomian nasional/ internasional.
Hubungan Budget dgn
Manajemen
- 5 fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, coordinating, & Controlling) berhubungan dgn kegunaan budget (pedoman kerja, alat koordinasi, pengawasan kerja).
- Budget yang baik & sempurna tdk menjamin realisasi akan baik & sempurna, tanpa dikelola oleh manager yang trampil & berbakat.
- Budget sebagai alat mengandung kelemahan :
• Budget
disusun berdasarkan taksiran2 (forcasting).
• Taksiran2
dlm budget disusun dgn mempertimbangkan data, informasi & factor2
controlable & un-contralable....jika terjadi perubahan maka ketepatan
taksiran jd berubah.
Berhasil atau tidak dlm
merealisaikan budget tergantung manusia2 pelaksananya
Hubungan Budget dgn
Akuntansi
- Akuntansi menyajikan data historis yang sangat bermanfaat u/ mengadakan taksiran2 (forecasting) yang akan dituangkan di dalam budget.
- Akuntansi jg melakukan pencatatan secara sistimatis & teratur tentang pelaksanaan budget itu nantinya (menyajikan data realisasi pelaksanaan budget secara lengkap) & akan dibandingkan dengan taksiran budget sbg evaluasi kerja perusahaan.
Hubungan Budget dgn
Statistika & Matematika
- Ketepatan mengadakan forecasting tergantung kelengkapan data & informasi juga tergantung pada ketepatan penggunaan metode statistika & metode matematika yg dipergunakan u/ mengolah & menganalisis data tsb.
- Statistika & matematika sbg alat penunjang penyusunan budget (fungsi pedoman kerja0 & u/ mengadakan evaluasi (fungsi pengawasan kerja).
Proses Kegiatan
Budgeting
- Pengumpulan data & informasi yang diperlukan u/ menyususn budget.
- Pengolahan & penganalisaan data & informasi tsb u/ mengadakan forecasting dlm rangka menyusun budget.
- Menyususn budget serta menyajikannya secara teratur & sistimastis.
- Pengkoordinasian pelaksanaan budget.
- Pengumpulan data & informasi u/ keperluan pengawasan kerja, yi u/ mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan budget.
- Pengolahan & penganalisaan data tsb u/ mengadakan interpertasi & memperoleh kesimpulan2 dlm rangka evaluasi terhadap pelaksanaan kerja, serta menyususn kebijakan2 sbg tindak lanjut dari kesimpulan2 tsb.
Tugas Mempersiapkan
Penyususnan Budget
- Bagian Administrasi, bagi perusahaan kecil.
- Panitia Budget, bagi perusahaan besar
Comprehensive Budget
- Forecasting Budget : berisi taksiran2 tentang kegiatan2 perush. Dlm jangka waktu(periode) tertentu yg akan datang, serta taksiran tentang keadaan atau posisi financial perusahaan.
- Variabel Budget : berisi tingkat perubahan biaya atau variabilitas biaya, khususnya biaya2 yg termasuk kelompok biaya semi variabel, sehubungan dengan perubahan produktifitas perusahaan.
- Analisis statistika & matematika pembantu
- Laporan Budget (budget report) : realisasi pelaksanaan budget.
BAB
2 SALES FORECAST
Budget Penjualan/Sales
Budget
Definisi
:Budget yg merencanakan penjualan lebih terterinci ttg penjualan perush. Selama
periode yad, meliputi renc. Jenis(kualitas) barang yg akan dijual, jumlah,
harga barang, waktu penjualan, serta daerah penjualannya.
Beberapa Rencana
Pemasaran Perush. Selain Sales Budget
- Rencana sasaran/tujuan pemasaran selama periode yad, : mencapai laba maksimal, penetrasi pasar/ market penetration, pengembangan pasar/market development, mempertahankan market share, pengenalan produk baru, dsb.
- Renc. Organisasi penjualan yg akan dipergunakan selama periode yad.
- Renc. Saluran distribusi yg akan dipergunakan selama periode yad.
- Renc. Biaya distribusi yg akan dipergunakan selama periode yad.
- Renc. Media2 promosi yg akan dipergunakan selama periode yad.
- Renc. Biaya promosi yg akan dipergunakan selama periode yad.
- Renc. Pengembangan produk selama periode yad.
Kegunaan
Sales Budget
• Umum
: pedoman kerja, pengkoordinasian kerja,
alat pengawasan kerja yg membantu manajemen dalam memimpin jalannya perusahaan.
• Khusus
: Dasar penyusunan semua budget2 dalam perusahaan.
Faktor2 yg Mempengaruhi
Penyusunan Sales Budget
- Faktor2 Intern (countrolable) : data, informasi & pengalaman perusahaan.
• Penjualan
tahun2 yg lalu : kualitas, kuantitas, harga, waktu maupun tempat (daerah)
penjualan.
• Kebijakan
perush. Yg berhub. Dgn. Masalah penjualan : pemilihan saluran ditribusi, media2
promosi, cara/metode penetapan harga jual, dsb.
• Kapasitas
produksi yg dimiliki perush. Serta kemungkinan perluasannya di waktu yad.
• Tenaga
kerja yg tersedia, baik keterampilan & keahlian (kualitas) & Jumlah
(kuantitasnya), serta kemungkinan pengembangannya di waktu yad.
• Modal
kerja yg dimiliki perush., serta kemungkinan penambahannya diwaktu yad.
• Fasilitas2
lain yg dimiliki perush. , serta
kemingkinan perluasan.
Faktor2 yg Mempengaruhi
Penyusunan Sales Budget
Faktor2
Ekstern (un-countrolable: data, informasi & pengalaman dr. luar perusahaan
yg mempunyai pengaruh thd perusahaan.
• Keadaan
persaingan di pasar
• Posisi
perusahaan dalam persaingan
• Tingkat
pertumbuhan penduduk
• Tingkat
penghasilan masyarakat
• Elastisitas
permintaan demand elastisitis.thd harga barang yg dihasilkan, terutama merencanakan harga jual dlm budget penjualan.
• Agama,
adat istiadat & kebiasaan
• Kebijakan
pemerintah : IPOLEKSOSBUD
• Keadaan
perekonomian nasional maupun internasional
• Kemajuan teknologi, barang2 saluran distribusi, selera
kosumen & kemungkinan perubahannya.
Cara2 Penaksiran
- Bersifat Kualitatif (Non-statistical method atau opinian metode), yi cara penaksiran yang menitik beratkan pada pendapat seseorang. (Kelemahan : Subyektifitas Tinggi & kurang Obyektif, shg ketepatan hasil pengukuran diragukan). Beberapa caranya :
• Pendapat
pimpinan bag. pemasaran (executive opinion)
• Pendapat
para petugas penjualan (salesman)
• Pendapat
lembaga2 penyalur (Channel of distribution)
• Pendapat
konsumen (melalui penelitian pasar)
• Pendapat
para ahli yang dipandang memahami (konsultan)
Cara2 Penaksiran
Bersifat
Kuantitatif (statistical method), yi cara penaksiran yg menitik beratkan pada
perhitungan2 angka dgn menggunakan metode statistika. Diharapkan mampu
menghilangkan unsur2 subyektifitas seseorang, sehingga taksiran bisa
dipertanggungjawabkan.
Kelemahan
: ada hal2 yang tdk dpt diukur secara kuantitatif, mis: selera konsumen,
kebiasaan konsumen, tingkat pendidikan, cara berfikir masy.,struktur masy. Dsb.
Beberapa caranya :
- Cara yg mendasarkan diri pada data historis dr. Satu variabel saja (variabel yg akan ditaksir):
• Metode
trend bebas (free hand methode)
• Metode
trend setengah rata-rata (semi-average methode)
• Metode
trend moment (moment methode)
• Metode
trend least-square (least square methode)
• Methode
kuadratik (parabolic methode)
Cara2 Penaksiran
Cara
yg mendasarkan diri pada data historis dari variabel yg akan ditaksir serta
hubungannya dgn data historis dari variabel lain yg diduga mempunyai pengaruh
yg cukup kuat thd perkembangan variabel yg akan ditaksir. Beberapa caranya :
• Metode regresi tunggal (variabel dependent
& variabel Independent).
• Metode
regresi berganda (multiple regression)
b.
Cara penaksiran yg menggunakan metode2 statistika
(trend & regresi) yg diterapkan pd berbagai analisa khusus, mis :
• Analisa
industri atau market –share
• Analisa
jenis2 produk yg dihasilkan perush. (product line)
• Analisa
pemakai akhir dari produk (end used analysis)
Angka2 taksiran Tdk
Otomatis Dimuat Dlm Sales Budget< TTP Sebagai Bahan pertimbangan Panitia
Budget , sebagai Bahan Pertimbangan Yg Lain :
- Kapasitas mesin & peralatan yg dimiliki, serta kemungkinan perluasannya di waktu yg akan datang, jika diperlukan u/ memenuhi target penjualan.
- Tenaga kerja yang dimiliki, baik jumlah (kuantitas) maupun keterampilan & keahliannya (kualitas), serta kemungkinan perkembangnnya di waktu yad. Jika diperlukan.
- Kemampuan penyediaan modal atau kemampuan pembelanjaan yg dimiliki, serta perluasannya di wkatu yad.
Pembahasan
panitia budget melibatkan semua unsur/semua bagian yg berkaitan dgn Sales
Budget , agar angka taksiran yg dimuat
dlm Sales Budget merupakan angka taksiran yg telah disepakati bersama,
sesuai dgn kemampuan & kapasitasnya masing2 Bagian tsb.
Metode Trend Bebas
• Semua
metode menggunakan prinsip yang sama, yi berusaha mengganti atau mengubah garis
patah2 dlm grafik yg dibentuk dari data historis, menjadi garis yg teratur
bentuknya (garis lurus atau garis lengkung), dgn mengubah garis tsb mjd garis
lurus/lengkung akan diketahui “kelanjutan “ garis tsb di waktu yad.
• Metode
trend bebas menentukan garis patah2 yg dibentuk oleh data historis, diganti
atau diubah menjadi garis lurus, dgn cara bebas berdasar pada “Intuisi” dari
orang tsb.
Metode Trend Bebas Data
Jumlah Penjualan Barang Hasil Produksi pada Bulan2 Th 1984
Metode Trend Bebas
Metode Trend Bebas
Metode Trend Setengah
Rata-Rata
• Menurut
metode ini, garis lurus yang dibuat dgn perhitungan2 statistika &
matematika tertentu, sehingga pengaruh unsur subyektif dpt dihilangkan.
• Menurut
matematika, garis lurus tsb dinyata
dalam suatu persamaan atau fungsi garis lurus (linier), yi. Y’ = a + bX
• Data
historis dikelompokkan mjd 2 kelompok (himpunan) dgn jumlah anggota masing2 yg
sama. Berdasarkan perhitungan rata2 dari anggota kelompok tsb akan diperoleh
fungsi garis lurus.
Metode Trend Setengah
Rata-Rata (Data Genap) forecasting jumlah unit barang yg diharpkan terjual di
tahun yad
Metode Trend Setengah
Rata-Rata
• fungsi
garis lurus (linier), yi. Y’ = a + bX
dapat diketahui dgn menggunakan rumus :
a = rata-rata kelompok
satu (K1)
b = rata-rata K2 –
rata-rata K1
n
n = jarak waktu antara
rata-rata K1 dgn rata-rata K2
·
Penerapan rumus tsb pada data yg tersedia akan
mendapatkan nilai :
a = 1.920
Rata-rata K1 = 1.920
Rata-rata K2 = 2.100
n = 6, yi jarak antara
Rata-rata K1 yg terletak diperbatasan antara tahun 1975 dgn tahun 1976 (tgl 31
Des 1975) dan Rata-rata K2 yg terletak di perbatasan antara tahun 1981 dengan
1982 (tgl 31 Des 1981)
Dgn demikian nilai b =
b = 30
Metode Trend Setengah
Rata-Rata
• Jadi
persamaan fungsi garis lurus (trend) yg
dicari :
Y’ = 1.920 + 30 X
Dgn
persamaan ini diketahui nilai2 trend, yi nilai semua titik yg membentuk garis
lurus, sebagai ganti garis patah2 yg berasal dr data historis th 1973-1984. Dgn
demikian variabel X u tahun 1973 adl
jarak waktu tahun antara 31 Des 1975 dgn tgl 30 juni 1973 (pertengahan tahun
1973), yi sebesar – 2,5.
Y’1973 = 1.920 + 30 (-
2,5)
Y’1973 = 1.845
Nilai-nilai trend u
tahun2 berikutnya dpt diketahui dgn cara menambahkan secara berturut-turut
sebanyak nilai b, yi 30.
Metode Trend Setengah
Rata-Rata yg terbentuk
Hasil Forecasting
Penjualan dgn Metode Trend Setengah Rata-Rata
Metode Trend Setengah
Rata-Rata (Data Ganjil)
Forcasting jumlah unit
barang yg diharapkan terjual
Metode Trend Setengah
Rata-Rata (Data Ganjil)
Metode Trend Moment (Data
Historis Harga Jual Produk)
Metode Trend Moment
Rumus
Y’
= a + bX
(I) ∑ Y =
n.a + b. ∑X
(II)
∑ XY
= a. ∑X + b. ∑X2
Keterangan : Y’
= nilai trend
Y = data historis
X = parameter
penganti waktu (tahun), krn
jarak (interval) antara deretan tahun tersebut sama, maka jarak (interval)
parameter X juga selalu sama.
Hasil Nilai2 Trend
Metode Trend Moment
Hasil Forecast Harga
Jual Produk Metode Trend Moment
Metode Trend Least Square
Metode Least Square
menyederhanakan Metode Trend Moment dengan cara jumlah parameter X sama dengan
NOL (∑X = 0)
(I) ∑ Y = n.a + b. ∑X
(II)
∑ XY
= a. ∑X + b. ∑X2
Oleh karena (∑X
= 0), maka rumus mjd :
(I)
∑ Y
= n.a atau a = ∑ Y
n
(II) ∑ XY = b. ∑X2
atau b = ∑ XY
∑X2
Sehingga Rumus
mjd :
Y’ = a
+ bX
a = ∑ Y
n
b = ∑ XY
∑X2
Dengan Syarat (∑X
= 0)
Metode Trend Least
Square
Data Ganjil
Metode Trend Least
Square
Data Genap
Nilai2 Trend dgn Metode
Trend Least Square
Data Genap
Hasil Forecast Metode
Trend Least Square Data Genap
Metode Kuadratik
Digunakan : jika data
historis yg cenderung mengarah ke bentuk garis lengkung (Non- Linear) Rumus :
Y’ = a + bX + c X2
(I)
∑ Y = n.a + c ∑ X2
(II)
∑ XY = b ∑X2
(III)
∑ X2 Y = a ∑X2 +
c ∑ X4
Metode Kuadratik
Metode Kuadratik
(I)
146 .000 = 9a + 60c l X 20 l
(III)780.000 = 60a +
708c l X 3 l
(I) 2.920.000 = 180a + 1200c
(III) 2.310.000 =
180a + 2.124c
580.000 = - 924c
c = - 627,7 (dibulatkan)
Jika, nilai c = - 627,7
dimasukkan ke persamaan I (pertama),
Metode Kuadratik
(I)
146.000 = 9a + 60 (-627,7)
146.000 = 9a – 37.662
9a = 183.662
a = 20.406,9 (dibulatkan)
(II) 120.000 = 60b
b = 2000
Fungsi Parabola yg
dicari :
Y’ = 20.406,9 + 2000 X
– 627,7 X2
Dgn memasukkan
parameter X ke dalam fungsi parabola :
Y’ 1976 = 20.406,9 +
2000 (-4) – 627,7 (16)
Y’ 1976 = 20.406,9 –
8000 – 10.043,2
Y’ 1976 = 2.363,7
Nilai2 Trend dgn Metode
Kuadratik
Hasil Forecast Metode Kuadratik
Grafik Metode Kuadratik
Metode Regresi Tunggal
Metode
forecasting yg tdk hanya mendasarkan pada data historis dari satu variabel
saja, yaitu variabel yg akan ditaksir, melainkan juga menghubungkan nya dengan
variabel lain yg diperkirakan mempunyai pengaruh yg kuat terhadap perkembangan
dari variabel yg akan ditaksir.
Metode Regresi Tunggal
Metode Regresi Tunggal
Y’
= a + bX
(I) ∑ Y = n.a + b. ∑X
(II)
∑ XY = a. ∑X + b. ∑X2
Dgn menggunakan rumus
tsb, maka :
(I)
1.500 = 5a + 1.200b l X 240 l
(II)
378.000 = 1.200a + 320.500b l X 1
l
(I) 360.000 = 1.200a + 288.000b
(II) 378.000 =
1.200a + 320.500b
- 18.000 = - 32.500b
b = 0,55 (dibulatkan)
Jika nilai b = 0,55
dimasukkan ke dalam persamaan pertama, akan diperoleh hasil :
(I)
1.500 = 5a + 1.200 (0,55)
1.500 = 5a + 660
a = 168
Fungsi regresi : Y’ 168
+ 0,55 X , dgn memasukkan nilai X, maka
:
Y’ 1980 = 168 + 0,55
(140)
Y’ 1980 = 168 + 77
Y’ 1980 = 245
Nilai 2 Regresi
Metode Regresi Tunggal
- U/ dpt mem - forecasting jumlah produk yg diperkirakan akan terjual di tahun2 mendatang , diperlukan forecast dari variabel X ditahun2 yad, dgn menggunakan Metode Trend.
- Jika sdh diperoleh angka (nilai) forecast u tahun2 yg akan datang thd variabel X, maka dapat dihitung forecast penjualan produk susu kaleng u/ tahun2 yad, dgn cara memasukkkan nilai forecast variabel X tsb ke dalam fungsi regresi.
- Mis : forecast jumlah bayi yg lahir pd tahun 1985 adl sebyk 400 ribu bayi, maka forecast penjualan susu kaleng pd tahun 1985 :
Y’ 1985 = 168 + 0,55
(400)
Y’ 1985 = 168 + 220
Y’ 1985 = 388 ribu
kaleng
4.
U/ meyakinkan bahwa variabel lain tsb memang
benar2 mempunyai pengaruh yg cukup kuat terhadap variabel yg akan ditaksir,
digunakan ukuran yg disebut Koefisien korelasi.
r
= n ∑ Xy
- ∑ X X
∑ Y
√n
∑X2 – (∑X ) 2 X √ ∑ Y2 - (∑ Y ) 2
Koefisien korelasi.
- r mendekati angka positif satu (+1), berarti variabel X mempunyai pengaruh yg kuat & positif thd perkembangan variabel Y.
- r mendekati angka negatif satu (-1), berarti variabel X mempunyai pengaruh yg kuat, dan negatif thd perkembangan variabel Y.
- r mendekati angka nol (0), berarti variabel X kurang berpengaruh thd perkembangan variabel Y.
- Dengan memasukkan data pd rumus koefisien korelasi, maka hasilnya r = 0,6795, yg berarti jumlah bayi yg lahir mempunyai pengaruh yg agak kuat & positif thd penjualan produk susu kaleng u/ makanan bayi.
Budget Penjualan
- Tidak ada bentuk standar yg hrs dipergunakan perusahaan, dlm meyusun budget penjualan.
- Setiap perush. Bebas dlm menentukan bentuk & formatnya.
- Budget Penjualan hrs. Mencakup rencana ttg jenis (kualitas & kuantitas ) brg yg akan dijual, harga barang yg akan dijual, waktu penjualan & daerah penjualanya.
Bentuk Budget Penjualan
Bentuk Budget Penjualan
BAB
3 SALES BUDGET
Data Volume Penjualan
PT. Eratex
Metode Moment
Metode Moment
1.
∑Y = n.a + b ∑ X
359.227 = 5.a + 10b ............................. (1)
2. ∑XY=
a. ∑ X + b ∑ X2
862.823
= 10 a + 30 b
.............................(2)
Dari persamaan (1)
& (2) diperoleh :
a = 42.971,6
b = 14.436,9
Persamaan Trend Y = 42.971,6 + 14.436,9 X
Shg, proyeksi penjualan
tahun 1983 =115.156 pieces
- U/ membuat forecast penjualan dlm
bulanan, perlu menggunakan forecast musiman, dgn
metode rata-rata sederhanaRata2 bulanan u/ bulan Januari selama 5 tahun :
4.469 + 5.496 +
6.230 + 5.842 + 8.258 =6059
5
(kolom
6)
2. Pertumbuhan Trend
bulanan :
b =
=
28.804
2b = 2(28.804) = 57.608
• B
mrpk pertambahan trend setengah bulanan secara linier, shg pertambahan trend
bulanan adl 2b.
• Apabila
januari dianggap bulan dasar, maka jumlah pertambahan trend = 0.
• Pertambahan
trend bulan Februari menjadi 57,608 (1) = 57,608 .
• Pertambahan
trend bulan Maret menjadi
57,608
(2) = 115.216, hingga seterusnya (kolom 10)
3. Perhitungan Variasi
Musim (Vm)
Krn pertambahan trend bln Januari adl 0,
berarti penjualan rata2 bln januari tdk terpengaruh trend, shg Vm nya=penjualan
rata-rata = 6.059 pieces.
sdg, penjualan bln Februari sebanyak
5.666.8 pieces akan terpengaruh oleh pertambahan trend sebesar 57,608. Variasi
musim bln Februari adl 5.666,8 – 57,608 = 5.609,19. (kolom 11).
Continue4. Indeks musim
mrpk nilai variasi musim u/ tiap2 bulan yg dinyatakan sbg persentase dari nilai
rata2 variasi musim itu sendiri selama 12 bulan.
Indeks musim u/ bulan Januari :
Nilai rata2 Vm setiap
bulan =
= 5.670,27
Indeks musim u/ Januari
=
=
106,86 (kolom 12)
Dari angka indeks tsb,
maka dpt dibuat forecast penjualan bulanan tahun 1983 sbb:
Forecast
Penjualan 1983 = 115.156 pieces
Forecast Penjualan
bulanan
Januari
=
X 106,86% = 10.225 pieces
Februari
=
X
98,92% = 9.493 pieces
Sales Forecast Bulanan
PT. Eratex
Harga Jual Per Pieces PT. Eratex
Data Volume Penjualan PT. Klobot
Metode Moment
Perkiraan Perbandingan Masing-Masing
Jenis Rokok & Perkiraan Harga Jual
Jenis Rokok & Perkiraan Harga Jual
Perkiraan
harga jual per bal adl :
Rokok @ 12 batang = Rp
31.500,00
Rokok @ 10 batang = Rp
27.500,00
Rokok @ 3 batang = Rp 12.000,00
Distribusi
Masing-Masing Jenis Rokok Ke Tiap-Tiap Daerah Dianggap SamaRokok @ 12 batang :
- Jawa Tengah 9.865 bal (45%)
- Jawa Timur 10.961 bal (50%)
- Jawa Barat 154 bal (0,7%)
- Sumatra Utara 197 bal (0,9%)
- Kalimantan Barat 438 bal (2%)
- Sulawesi Utara 132 bal (0,6%)
- Bali 175 bal (0,8%)
Sales
Budget Yg Lebih Rinci
•
Sales Budget Diatas Belum Sempurna,
krn Belum Terperinci Menurut Waktu (Bulan, Kuartal) selama Tahun 1983,
•
Sales Budget yg Lebih Lengkap Dapat
Disusun Dgn Menggali Data2 Yg lebih Rinci
Data
Volume Penjualan 1978-1982
PT.
Klobot (dlm Bal)
Jumlah
Penjualan kuartal Selama 5 Tahun & Membandingkannya Secara Keseluruhan
Selama 5 Tahun, shg diketahui Penyebaran Penjualan Tahunan Ke Setiap Kuartal
Kuartal
1 :
X
100% = 20,33%
Kuartal
2 :
X 100% = 25,94%
Kuartal
3 :
X 100% = 28,45%
Kuartal
4 :
X 100% = 25,28%
Sehingga
Tahun 1983 Jumlah Rokok Yg Terjual Pd Setiap Kuartal
Kuartal
1 : 20,33% X 365.359 = 74.277 bal
Kuartal
2 : 25,94% X 365.359 = 94.774 bal
Kuartal
3 : 28,45% X 365.359 = 103.945 bal
Kuartal
4 : 25,28% X 365.359 = 92.373 bal
Estimasi
Jumlah Penjualan Masing2 Jenis Rokok setiap Kuartal dpt Dihitung dgn
Menggunakan Perimbangan Masing2 Jenis Rokok :
Kuartal
1 :
Rokok
Isi 12 batang = 6% X 74.277 =
4.457 bal
Rokok
Isi 10 batang = 92% X 74.277 = 68.335
bal
Rokok
Isi 3 batang = 2% X 74.277 =
1.485 bal
Jumlah = 74.277 bal
Kuartal
2 :
Rokok
Isi 12 batang = 6% X 94.774
= 5.686 bal
Rokok
Isi 10 batang = 92% X 94.774 = 87.192 bal
Rokok
Isi 3 batang = 2% X 94.774
= 1.896 bal
Jumlah = 94.774 bal
Kuartal
3 :
Rokok
Isi 12 batang = 6% X 103.945
= 6.237 bal
Rokok
Isi 10 batang = 92% X 103.945 = 95.629
bal
Rokok
Isi 3 batang = 2% X 103.945
= 2.079 bal
Jumlah = 103.945 bal
Kuartal
4 :
Rokok
Isi 12 batang = 6% X 92.373 =
5.542 bal
Rokok
Isi 10 batang = 92% X 92.373 = 84.974
bal
Rokok
Isi 3 batang = 2% X 92.373 =
1.847 bal
Jumlah = 92.373 bal
PT.
Klobot
Sales
Budget 1983
BAB
4 Production Budget
Production Budget
• Setelah
Sales Budget disusun langkah selanjutnya adalah menyusun Production Budget .
• Production
Budget merupakan penjabaran dari rencana penjualan menjadi rencana produksi.
• Kegiatan
produksi bukan aktivitas yg berdiri sendiri, merupakan penunjang dari rencana
penjualan.
• Rencana
produksi meliputi : perencanaan ttg jumlah produksi, kebutuhan persediaan,
material, tenaga kerja, dan kapasitas produksi.
• Production
Budget/Anggaran Jumlah Yg hrs Diproduksi adl suatu perencanaan tingkat atau
volume barang yg hrs diproduksi oleh suatu perusahaan agar sesuai dgn volume
atau tingkat penjualan yg telah direncanakan.
Perencanaan Produksi
Mencakup Masalah2
• Tingkat
Produksi
• Kebutuhan
Fasilitas2 Produksi
• Tingkat
Persediaan Barang Jadi
• Jumlah
barang yg direncanakan u/ dijual (Sales Budget) dihubungkan dgn kebijakan
tingkat produksi & tingkat persediaan, akan menghasilkan jumlah
barang yg hrs diproduksi oleh perusahaan menurut waktu & jenis
barangnya.
Masing2
Kebijaksanaan Mengakibatkan Cara Pendekatan yg Berbeda Dlm Menyusun Production
Budget
- Kebijaksanaan yg mengutamakan stabilitas tingkat produksi, dgn tingkat persediaan barang dibiarkan mengambang.
- Kebijaksanaan yg mengutamakan pengendalian tingkat persediaan barang, dgn tingkat produksi dibiarkan mengambang.
- Kebijaksanaan yg mrpk. Kombinasi (kebijakan 1 & 2) dimana tingkat produksi & tingkat persediaan sama2 berubah dalam batas2 tertentu.
Kebijaksanaan yg
mengutamakan stabilitas tingkat produksi, dgn tingkat persediaan barang
dibiarkan mengambang
• Ditentukan
jumlah yg dibutuhkan selama 1 tahun,
• Diperkirakan
kebutuhan per bulan, yi sama dgn1/12 dari kebutuhan per tahun,
• Akhirnya,
tingkat persediaan disesuaikan dgn kebutuhan u/ menjaga agar tingkat produksi
tetap stabil.
Kebijaksanaan yg
mengutamakan pengendalian tingkat persediaan barang, dgn tingkat produksi
dibiarkan mengambang
• Terlebih
dahulu ditentukan tingkat persediaan awal tahun, & akhir tahun
• Bila
diantara keduanya tidak sama, tingkat persediaan bulanan disesuaikan secara
bertahap ke arah tingkat persediaan yang diinginkan.
Tujuan Penyusunan Production
Budget
- Menunjang kegiatan penjualan, shg barang dpt disediakan sesuai dgn yg telah direncanakan.
- Menjaga tingkat persediaan yang memadai.
- Mengatur produksi sedemikian rupa shg biaya2 produksi barang yg dihasilkan akan seminimal mungkin.
- Anggaran produksi mrpk dasar penyusunan anggaran bahan mentah, anggaran tenaga kerja langsung, & anggaran biaya overhead pabrik.
Penyusunan Anggaran
Produksi Data yg Dipakai
1. Tingkat
Persediaan tahun 1982
Persediaan awal = 3.918
bal
Persediaan akhir =
5.879 bal
2. Volume penjualan 1982 = 381.648 bal
3. Volume penjualan(Sales Budget) 1983 =
365.359 bal
Penyesuaian u/
menentukan besarnya persediaan pokok akhir 1983
Tingkat persediaan
rata2 =
= 4.898,5
Tingkat perputaran
barang 1982 =
=
78 kali
Tingkat Perputaran
Barang 1983 dianggap
sama dgn 1982 = 78 kali
Tingkat persediaan
rata2 1983 =
=
4.684
Persediaan akhir 1983
(mis: X) =
=
4.648
X = 3.489
PR. Klobot
Production Budget 1983
PR. Klobot
MenyesuaikanTingkat
Persediaan Setiap Jenis Rokok sesuai proporsinya dlm Penjualan
PR. Klobot
MenyesuaikanTingkat
Persediaan Setiap Jenis Rokok sesuai proporsinya dlm Penjualan
Production Budget PR.
Klobot Yg Lebih Rinci
Production Budget PR.
Klobot Masih Belum Sempurna, krn belum dirici perbulan atau perkuartal selama
th 1983, shg perlu melihat kembali Sales Budget Perkuartal
Kuartal 1 :
Rokok Isi 12
batang = 6% X 74.277 =
4.457 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 74.277 = 68.335 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 74.277 = 1.485 bal
Jumlah = 74.277 bal
Kuartal 2 :
Rokok Isi 12
batang = 6% X 94.774
= 5.686 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 94.774 = 87.192 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 94.774 = 1.896 bal
Jumlah = 94.774 bal
Kuartal 3 :
Rokok Isi 12
batang = 6% X 103.945
= 6.237 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 103.945 = 95.629 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 103.945 = 2.079 bal
Jumlah = 103.945 bal
Kuartal 4 :
Rokok Isi 12
batang = 6% X 92.373 =
5.542 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 92.373 = 84.974 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 92.373 = 1.847 bal
Jumlah = 92.373 bal
Tingkat Persediaan
Barang Setiap Kuartal Dgn Pendekatan Stabilitas Tingkat Persediaan Dlm
Penyusunan Production Budget
• Persediaan
akhir 1983 = 3.489 bal
• Persediaan
awal 1983 = 5.879 bal
Selisih = 2.390 bal
• Selisih
tingkat persediaan setiap kuartal adl :
2.390
: 4 = 597,5 bal
Angka dibulatkan dgn
mencari bilangan yg terdekat u/ dibagi 4 = 2.388, shg :
2.388
: 4 = 597
Krn 597 x 4 = 2.388, mk selisih sebanyak
2.390
- 2.388 = 2 bal dialokasikan ke kuartal yg penjualannya lebih tinggi, artinya
kuartal yg tingkat penjualannya tinggi selisih tingkat persediaannya sebesar
599 bal, sedang kuartal lainnya 597 bal.
Production Budget
PR. Klobot 1983
Kuartal 1
|
Kuartal 1
|
Kuartal 1
|
Kuartal 1
|
Jumlah
|
|
Penjualan
Persediaan akhir
|
74.277
5.282
|
94.774
4.685
|
103.945
4.086
|
92.363
3.489
|
365.359
3.489
|
Jumlah
Persediaan awal
|
79.559
5.879
|
99.459
5.282
|
108.031
4.685
|
95.852
4.086
|
368.848
5.879
|
produksi
|
73.680
|
94.177
|
103.346
|
91.766
|
362.969
|
Production Budget yg
sempurna mencantumkan waktu & jenis barang yg diproduksi. U/ menyusunnya
perlu diestimasikan tingkat persediaan per kuartal jenis rokok. Tingkat
persediaan awal tiap kuartal masing2 jenis rokok
Kuartal 1 :
Rokok Isi 12
batang = 6% X 5.879 =353
bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 5.879 = 5.409 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 5.879 =117 bal
Jumlah = 5.879 bal
Kuartal 2 :
Rokok Isi 12
batang = 6% X 5.282 =317 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 5.282 = 4.859 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 5.282 =106 bal
Jumlah = 5282 bal
Kuartal 3 :
Rokok Isi 12
batang = 6% X 4.685
=281 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 4.685 = 4.310 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 4.685 = 94 bal
Jumlah = 4.685 bal
Kuartal 4 :
Rokok Isi 12
batang = 6% X 4.086
=245 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 4.086 =3.759 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 4.086 =82 bal
Jumlah = 4.086 bal
Tingkat persediaan
akhir tiap kuartal masing2 jenis rokok
Kuartal 1 : (persediaan
awal kuartal 2)
Rokok Isi 12
batang = 6% X
5.282 =317 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 5.282 = 4.859 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 5.282 =106 bal
Jumlah = 5.282 bal
Kuartal 2 : (persediaan
awal kuartal 3)
Rokok Isi 12
batang = 6% X 4.685
= 281 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 4.685 = 4.310 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 4.685 = 94 bal
Jumlah = 4.685 bal
Tingkat persediaan
akhir tiap kuartal masing2 jenis rokok
Kuartal 3 : (persediaan
awal kuartal 4)
Rokok Isi 12
batang = 6% X 4.086
= 245 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 4.086 =
3.759 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 4.086 =82 bal
Jumlah = 4.086 bal
Kuartal 4 : (persediaan
akhir tahun 1983)
Rokok Isi 12
batang = 6% X 3.489
= 209 bal
Rokok Isi 10
batang = 92% X 4.086 =
3.210 bal
Rokok Isi 3 batang = 2%
X 4.086 =70 bal
Jumlah = 3.489 bal
Penyusunan Production
Budget Secara Rinci
Setelah
dihitung secara terperinci tingkat persediaan awal & akhir setiap kuartal
dari masing2 jenis rokok yang dihasilkan, mk dgn memperhatikan lagi Sales
Budget dapatlah disusun Production Budget secara lebih terperinci
!!! Hingga Production Budget PT. Klobot tahun 1983 bisa dikatakan Sempurna !!!
Production Budget PR.
Klobot 1984
BAB
5 Production Budget
Production Budget –
Mengutamakan Stabilitas Produksi
• Menentukan
terlebih dahulu kebutuhan selama 1 tahun, kmd diperkirakan kebutuhan setiap
bulan.
• Tingkat
persediaan disesuaikan dengan kebutuhan, agar produksi tetap stabil.
Rencana Penjualan PT.
Joyo Kentus Tahun 2011
Perkiraan tingkat
persediaan adalah :
-
Persediaan awal tahun = 2000 unit
-
Persediaan akhir tahun = 1500 unit
Dari data diatas,
Production Budget yang mengutamakan stabilitas produksi disusun Perkiraan
Kebutuhan 1 Tahun
• Penjualan
1 tahun = 14.200 unit
• Persediaan
akhir tahun = 1.500 unit +
• Kebutuhan
1 tahun = 15.700 unit
• Persediaan
awal tahun = 2.000 unit -
• Jumlah
yg hrs diproduksi = 13.700 unit
Membagi Tingkat
Produksi per Tahun dengan 12 (Tingkat Produksi Perbulan)
A
• Produksi
selama 1 tahun = 13.700 unit
• Produksi
per bulan =
=
1.141,67 unit
Kelemahan cara ini bila
bilangan2 tidak bulat !
Membagi Tingkat
Produksi per Tahun sedemikian rupa shg menghasilkan bilangan2 bulat
B
• Produksi
selama 1 tahun = 13.700 unit
• Pd
perhit. Cara A produksi rata2 perbulan = 1.141,67 unit
• Bilangan
bulat yang paling mudah u/ dilaksanakan & mendekati angka tersebut adalah
1.100 unit.
• Apabila
produksi per bulan 1.100 unit, mk kekurangannya adl 13.700 – (12x1.100) = 500
unit
• Kekurangan
500 unit dialokasikan pd bulan2 dimana tingkat penjualannya tinggi : Januari,
Februari, Maret, April & Desember. Sehingga masing2 mendapat tambahan 100
unit.
Production Budget –
Mengutamakan Stabilitas Tingkat Produksi
Production Budget PT. Joyo Kentus Tahun 2011
Production Budget PT. Joyo Kentus Tahun 2011
Production Budget –
Mengutamakan Stabilitas Tingkat Persediaan
• Ditentukan
Perkiraan persediaan awal & akhir tahun.
• Menentukan
tingkat persediaan dari bulan ke bulan :
a. Selisih
antara persediaan awal & akhir tahun dibagi 12.
Pesediaan awal = 2000 unit
Persediaan akhir = 1500
unit -
Selisih = 500 unit
Selisih tersebut 500 : 12 X 1 unit = 41,67 unit
Production Budget –
Mengutamakan Stabilitas Tingkat Persediaan
b. Selisih
antara persediaan awal & akhir dibagi bilangan tertentu, sehingga
menghasilkan bilangan bulat.
Pesediaan awal = 2000 unit
Persediaan akhir = 1500
unit -
Selisih = 500 unit
Agar
dpt bilangan bulat : 500 : 5 x 1 unit = 100 unit, kmd dialokasikan dr. Bulan
Januari – Mei.(Pengalokasian terserah kebij. Perush).
Production Budget –
Mengutamakan Stabilitas Tingkat Persediaan
Production Budget PT. Joyo Kentus Tahun 2011
Production Budget PT. Joyo Kentus Tahun 2011
Production Budget –
Kombinasi
Production Budget
PT. Joyo Kentus Tahun
2011
• Tingkat
produksi & Tingkat Persediaan sama2 berfluktuasi pada batas2 tertentu.
• Tingkat
produksi & Tingkat Persediaan dibiarkan berubah- ubah, meskipun tetap
diusahakan agar terjadi keseimbangan yang optimum antara tingkat penjualan,
persediaan & produksi.
• Dlm
beberapa situasi manajemen dpt mengambil
kebijaksanaan :
- Tingkat produksi tdk boleh berfluktuasi lebih
dari 15 % diatas atau dibawah rata-rata bulanan. (1/12 dari tingkat produksi
per tahun).
- Tingkat persediaan tdk boleh lebih dari 1600
unit dan tidak boleh kurang dari separonya persediaan maksimal.
- Produksi bulan Juli- Agustus- September boleh
dikurangi 30% dari tingkat produksi normal.
Production Budget –
Kombinasi
Production Budget
PT. Joyo Kentus Tahun
2011
BAB
6 Anggaran Bahan Mentah
Bahan Mentah
- Bahan mentah langsung (Direct Material) :
- Semua bahan mentah yg merpk. “ bagian” barang jadi yg dihasilkan.
- Biaya yg dikeluarkan
u/ membeli bahan mentah langsung mpy hub. Yg erat & sebanding dgn
jumlah brg jadi yg dihasilkan.
- Biaya bahan mentah langsung mrpk. Biaya variabel bagi perush.
2. Bahan mentah tdk langsung (Indirect Material)
:
- Bahan mentah yg ikut berperan dlm proses produksi, ttp tdk secara
langsung”tampak” pd brg jadi yg dihasilkan.
Ex : Meja & kursi kayu........bahan mentah langsung adl kayu, sdg
paku & cat mrpk bahan mentah tak
langsung.
Anggaran Bahan Mentah
•
Hanya
merencanakan kebutuhan & penggunaan bahan mentah langsung.
•
Bahan mentah
tak langsung akan direncanakan dlm anggaran biaya overhead pabrik (Anggaran
BOP).
TUJUAN ANGGARAN BAHAN
MENTAH
- Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan mentah.
- Memperkirakan jumlah pembelian bahan mentah yg diperlukan.
- Sebagai dasar u/ memperkirakan kebutuhan dana yg diperlukan u/ melaksanakan pembelian bahan mentah.
- Sebagai dasar penyusunan product costing, yi memperkirakan komponen harga pokok pabrik ,krn penggunaan bahan mentah dlm proses produksi.
- Sebagai dasar melaksanakan pengawasan bahan mentah.
Anggaran Bahan Mentah
- Anggaran Kebutuhan Bahan Mentah
- Disusun sbg perenc. Jumlah
bahan mentah yg dibutuhkan u/ keperluan produksi pd periode mendatang.
- Kebutuhan bahan
mentah diperinci mnrt. Jenisnya, mnrt. Macam brg jadi yg akan
dihasilkan, serta mnrt. Bagian2 dlm pabrik yg menggunakan bahan mentah
tersebut.
- Anggaran Pembelian Bahan Mentah
- Disusun sbg. Perenc. Jumlah
bahan mentah yg harus dibeli pd periode mendatang.
- Bahan mentah yg hrs dibeli
diperhitungkan dgn mempertimbangkan faktor2 persediaan & kebutuhan bahan
mentah.
3. Anggaran Persediaan bahan Mentah
- Jumlah bahan mentah yg
dibeli tdk hrs sama dgn jumlah bahan mentah yg dibutuhkan, krn adanya faktor
persediaan.
- Suatu perenc.
Yg terperinci atas kuantitas
bahan mentah yg disimpan sbg persediaan.
4. Anggaran Biaya Bahan
Mentah yg Habis Digunakan dlm Produksi
- Sebagian bahan mentah
disimpan sbg persediaan, & sbg dipergunakan dlm proses produksi.
- Anggaran ini merencanakan
nilai bahan mentah yg digunakan dlm satuan uang.
Anggaran Kebutuhan
Bahan Mentah (Merenc. Jumlah Fisik Bhn Mentah Langsung yg diperlukan, Bukan dlm
rupiah)
Secara Terperinci Anggaran ini Hrs mencantumkan :
•
Jenis &
jumlah masing2 brg jadi yg dihasilkan
•
Jenis bahan
mentah yg digunakan
•
Bagian2 yg
dilalui dlm proses produksi
•
Standar
penggunaan bahan mentah
•
Waktu penggunaan
bahan mentah (bulan/kwartal)
Menentukan Kebutuhan
Bahan Mentah (Proses Produksi dlm Periode Waktu Tertentu)
1.
Perkiraan
Langsung
- Banyak mengandung resiko
( terlalu besar/kecil
perkiraannya),
- Perlu orang
yg berpengalaman pada
produksi brg yg sama.
- Lebih mudah,
lebih cepat, &
lebih ringan biayanya.
2.
Berdasarkan
Perhitungan Standar Penggunaan Bahan
- Standar penggunaan
dihitung dgn berbagai cara :
percobaan2 lab.; percobaan2 khusus di dlm pabrik; didasarkan pd pemakaian nyata
waktu yg lalu yg tercatat pd bill of material; & dgn melihat angka
penggunaan rata2 yg ditentukan secara statis.
PT. Samsung Memproduksi 2 macam brg (A&B); Menggunakan bahan mentah
X,Y & Z; renc produksi selama 6 bulan.
Standar Penggunaan Setiap Jenis Bahan Mentah
PT. Samsung Anggaran Kebutuhan Bahan Mentah Januari- Juni 2009
Anggaran Pembelian Bahan Mentah
q Anggaran pembelian bahan mentah berisi rencana
kuantitas bahan mentah yg harus dibeli oleh perusahaan dlm periode waktu
mendatang.
q Harus hati2 terutama dlm jumlah & waktu
pembelian.
q Apabila
jumlah bahan mentah yg dibeli terlalu besar, resikonya : bahan mentah menumpuk
di gudang, akibatnya mungkin penurunan kualitas, terlalu lama menunggu
diproses, atau biaya penyimpanan yg mjd lebih besar.
q Apabila jumlah bahan mentah yg dibeli terlalu kecil,
resikonya : terlambatnya kelancaran proses produksi krn kehabisan bahan mentah;
timbulnya biaya tambahan u/ mencari bahan mentah secepatnya.
Anggaran Pembelian Bahan Mentah(Perlu Dipikirkan)
1.
Economic
Order Quantity (EOQ)
Jumlah pembelian yang paling
ekonomis (EOQ) : Selain besarnya kebutuhan, besarnya (jumlah) bahan mentah
setiap kali dilakukannya pembelian, yg menimbulkan biaya yg paling rendah, ttp
tdk mengakibatkan kekurangan bahan mentah.
2.
Lead
Time
Jangka waktu sejak
dilakukannya pemesanan sampai saat datangnya bahan mentah yg dipesan & siap
u/ digunakan dlm proses produksi.
3.
Reorder
Point
Saat dimana harus dilakukan
pemesanan kembali bahan mentah yg diperlukan.
EOQ
- Biaya Pemesanan (Ordering Cost) : biaya2 yg dikeluarkan sehubungan dgn kegiatan pemesanan bahan mentah.
- Biaya selama proses pemesanan
-
Biaya
pengiriman pesanan
-
Biaya
penerimaan pesanan yg masuk
-
Biaya
penempatan barang ke dlm gudang
-
Biaya
prosessing pembayaran kepada supplier
- Biaya Penyimpanan (Carrying Cost) : biaya2 yg dikeluarkan sehubungan dgn kegiatan penyimpanan bahan mentah yg telah dibeli.
-
Biaya sewa
gudang
-
Biaya
pemeliharaan
-
Biaya modal
(bunga) yg tertanam dlm inventory
-
Pajak
-
Biaya asuransi
-
Biaya
perbaikan kerusakan (biaya keusangan)
-
Rumus EOQ :
EOQ =
-
R = jumlah bahan mentah yg akan dibeli
dlm suatu
jangka waktu tertentu.
-
S = biaya pemesanan
-
C/Unit = biaya
penyimpanan setiap unit bahan mentah
Reorder Point
Lead Time & Reorder
Point
Kebutuhan 1 tahun 1600 kg
Kebutuhan 1 hr 1600 kg = 4,4 kg
360
Lead Time 10 hr
Penggunaan selama Lead Time = 4,4kg x 10hr= 44kg
Apabila perush. Tdk menetapkan kebijakan Safety
Stock, maka ROP = 44 kg. Artinya pd saat stock/inventory tinggal 44 kg, maka
perush. Hrs melakukan pemesanan kembali !!!
Apabila perush. Menetapkan kebij. Safety Stock
sebesar 100 kg, maka ROP = 44kg + 100 kg = 144 kg, Artinya pd saat
stock/inventory tinggal 144 kg, maka perush. Hrs melakukan pemesanan kembali
!!!
Kasus EOQ & ROP
PT. Pari pasu Indonesia adl perush. Tas kulit memproduksi macam2 tas,
mempunyai data sbb :
–
Persediaan akhir Bahan Baku kulit tahun 2007/2008 sebesar 6000 m2
–
Perkiraan pemakaian Bahan Baku kulit tahun2008/2009 sebesar 27.000m2
–
Harga beli Bahan Baku kulit Rp 6.000/m2
–
Biaya pemesanan Rp 44.000 sekali pesan
–
Biaya bongkar Bahan Baku kulit Rp 35.000 sekali bongkar
–
Biaya asuransi Rp 1500 setiap m2/th
–
Biaya bunga modal Rp 1500 setiap m2/th
–
Biaya resiko kerusakan Rp 500 setiap m2/th
–
Biaya gudang Rp 1000 setiap m2/th
–
Perkiraan persediaan akhir 2008/2009 sebesar 2000m2
–
Lead Time 5 hari
–
Safety Stock sebesar 100 m2
Tugas :
a. Hitung berapa jumlah
pembelian yang paling ekonomis untuk tahun anggaran 2008/2009 ???
b. Berapakali pesan
sebaiknya dilakukan selama 1 tahun ???
c. Hitung berapa total biaya
persediaaan ???
d. Kapan pesan kembali dapat
dilakukan (ROP) ???
Anggaran Pembelian
Bahan Mentah
Anggaran pembelian bahan mentah dpt disusun apabila total kebutuhan bahan
mentah u/ suatu periode telah ditentukan, dgn perhitungan:
Persediaan Akhir (dr perkiraan persed. di akhir th).... XXX
Kebutuhan bahan mentah u/ produksi...... XXX +
Jumlah kebutuhan...................................... XXX
Persediaan Awal (dr. persed. Akhir th kemarin)........ XXX -
Pembelian bahan mentah.......................... XXX
Dalam anggaran pembelian bahan mentah dicantum-kan :
- Jenis bahan mentah yg digunakan dlm proses produksi.
- Jumlah yg harus dibeli.
- Harga per satuan bahan mentah.
PT. Sony Indonesia Kebutuhan Masing2 Jenis Bahan Mentah th 2009
Renc. Persediaan Akhir Setiap Bulan/Kuartal Th 2009
Persediaan Awal Th 2009 u/ Masing2 Jenis Bahan Mentah
Persediaan Awal Th 2009 u/ Masing2 Jenis Bahan Mentah :
A = 100
B = 150
C = 100
Harga per satuan bahan mentah :
A = Rp 10,00
B = Rp 15,00
C = Rp 10,00
PT. Sony Indonesia Anggaran Pembelian Bahan Mentah Tahun 2009
BAB
7 ANGGARAN BAHAN MENTAH
Penyusunan Anggaran Bahan Mentah PR. Klobot
•
Kasus ini :
pengertian bahan mentah dibatasi hanya pd tembakau saja, meskipun ada bahan
lainnya cengkeh & saos.
•
Setiap batang
rokok yg dihasilkan(dr. 3 jenis) rata2 membutuhkan 5 gram tembakau kering.
•
Harga per
kilogram tembakau kering tahun 1983 diperkirakan sebesar Rp 3000,00.
•
Pabrik ini menghasilkan
3 jenis rokok (isi 12 btg; isi 10 btg ; isi 3 btg).
•
Rokok yg telah
siap dijual disatukan dlm satuan “bal” :
-
Rokok isi 12
btg per bal berisi 2.400 btg.
-
Rokok isi 10
btg per bal berisi 2.000 btg.
-
Rokok isi
3 btg per bal berisi 600 btg.
Anggaran Produksi PR. Klobot
Anggaran Produksi PR. Klobot
PR. Klobot Anggaran Kebutuhan Bahan Mentah tahun 1983
Penyusunan Anggaran Pembelian
Bahan Mentah PR. Klobot
•
Perkiraan
tingkat persediaan dan tingkat harga bahan mentah.
•
PR. Klobot
mengambil kebijakan u/ membentuk tingkat persediaan akhir sebesar 1 % dari
jumlah kebutuhan bahan mentah tahun 1983 u/ produksi.
•
Tingkat
persediaan awal tahun 1983 diperkirakan 5 ton tembakau kering.
•
Pada kasus ini
ketiga jenis rokok hanya dibedakan menurut
jumlah/isi per bungkus saja.
•
Bahan mentah
yg dipergunakan sama (tembakau).
•
Oleh krn itu,
kebutuhan dan pembelian bahan mentah u/ ketiga jenis rokok setiap kuartal
dijadikan satu, sbb :
Kebijakan PR. Klobot Tingkat
Persediaan Akhir sebesar 1 % dari jumlah kebutuhan bahan mentah tahun 1983
Kebutuhan Bahan Mentah u/ Ketiga Jenis Rokok Setiap Kuartal Dijadikan
Satu
Tingkat Persediaan Akhir Bahan Mentah u/ Ketiga Jenis Rokok Setiap
Kuartal Dijadikan Satu
PR. Klobot Anggaran Pembelian Bahan Mentah Tahun 1983
BAB
8 Anggaran Tenaga Kerja
Prencanaan Tenaga Kerja
•
Pd setiap
perush. Tentu ada biaya u/ keperluan buruh
•
Buruh/tenaga
kerja mrpk. Salah satu faktor produksi utama yg selalu ada dlm. Perush. Meski
sudah ada mesin & bersifat otomatis, tetap memerlukan tenaga manusia.
Tenaga Kerja di Pabrik
- Tenaga kerja langsung : prinsipnya terbatas pd tenaga kerja di pabrik yg secara langsung terlibat pd proses produksi & biayanya dikaitkan pada biaya produksi/barang yg dihasilkan.
- Tenaga kerja tdk langsung : terbatas pd tenaga kerja di pabrik yg tidak terlibat secara langsung pd proses produksi & biayanya dikaitkan pada biaya Overhead pabrik.
Anggaran Tenaga Kerja
- Anggaran tenaga kerja hanya merencanakan tenaga kerja langsung
- Anggaran tenaga kerja selalu dikaitkan dgn anggaran produksi yg telah disusun sebelumnya
- Perencanaan tenaga kerja meliputi aspek yg luas, shg perlu direncanakan secara matang
Perlu Dipertimbangkan Pada Perencanaan Tenaga Kerja
- Kebutuhan tenaga kerja
- Pencarian/penarikan tenaga kerja
- latihan bagi tenaga kerja baru
- Evaluasi & spesifikasi pekerjaan bagi para tenaga kerja
- Gaji & upah yg harus diterima oleh tenaga kerja
- Pengawasan tenaga kerja
Perlu Dipertimbangkan Pada Perencanaan Tenaga Kerja
•
Biaya tenaga
kerja mrpk. Komponen yg cukup besar bagi harga pokok barang yg dihasilkan
•
Kesalahan
pemimpin dlm hal tenaga kerja berpengaruh thd harga barang yg dihasilkan, &
•
Berpengaruh
thd posisi perush. Pd persaingan
Penyusunan Anggaran & Penghitungan Harga Pokok Produk, Tenaga Kerja
Dibagi Mjd :
- Tenaga Kerja Langsung
- Tenaga Kerja Tdk Langsung
Sifat2 Tenaga Kerja Langsung
- Besar kecilnya biaya, berhubungan secara langsung dgn tingkat kegiatan produksi
- Biaya yg dikeluarkan mrpk. Biaya variabel
- Secara umum mrpk. Tenaga kerja yg kegiatannya langsung dpt dihubungkan dgn produk akhir (terutama pd penentuan harga pokok)
- Yg dikategorikan sbg tenaga kerja langsung adl para buruh pabrik yg ikut serta dlm kegiatan proses produksi dr. Bahan mentah sd produk jadi
Sifat2 Tenaga Kerja Tidak Langsung
- Besar kecilnya biaya tdk berhubungan secara langsung dgn tingkat kegiatan produksi
- Biaya yg dikeluarkan mrpk. Biaya yg semi fixed/semi variabel, yg artinya biaya2 yg mengalami perubahan tetapi tdk sebanding dgn perubahan tingkat kegiatan
- Tempat bekerja dr. tenaga kerja jenis ini tdk selalu di dlm pabrik, ttp dpt diluar pabrik
- Apabila tenaga kerja jenis ini bekerja dilingkungan pabrik, maka biaya dikelompokkan dlm Anggaran biaya Overhead Pabrik
Sebelum Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja Langsung
- Perlu ditentukan dahulu dasar satuan utama yg digunakan u/ perhitungan.
- Sering digunakan : satuan hitung atas dasar jam buruh langsung (Direct Labor Hour) & biaya buruh langsung (Direct Labor Cost)
- Dlm persiapan penyusunan anggaran Tenaga kerja langsung perlu terlebih dahulu dibuat Manning Table yg mrpk. Daftar kebutuhan tenaga kerja yg menjelaskan :
- Jenis/kualifikasi tenaga
kerja yg dibutuhkan
- Jumlah masing2 jenis tenaga
kerja tsb pd berbagai tingkat kegiatan
- Bagian2 yang membutuhkannya
Manning Table
•
Disusun sbg
hasil kerja masing2 kepala bagian.
•
Perkiraan dpt
dilakukan dgn berdasarkan judgement saja, berdasarkan pengalaman2 waktu yg
lalu, dgn berpedoman pada tingkat kegiatan perush.
•
Setelah itu,
lalu dihitung jam buruh langsung u/ masing2 jenis barang yg dihasilkan/ masing2
bagian tempat mereka bekerja.
•
Jam buruh
langsung dpt dilakukan dgn analisa gerak & waktu
•
Analisa gerak
: pengamatan thd gerakan2 yg dilakukan
dlm rangka proses produksi satu jenis brg tertentu
•
Analisa waktu
: penghitungan dr. Waktu yg dibutuhkan u/ setiap gerakan yg dilakukan dlm
proses produksi
•
Hasil dr.
Analisa derak & waktu ini diperoleh Waktu Standar yg diperlukan u/
menyelesaikan satu unit jenis barang tertentu, yg dinyatakan dlm DLH
Manning Table
•
Setelah
dihitung jam buruh langsung u/ masing2 jenis barang, selanjutnya
•
Dibuat
perkiraan tingkat upah rata2 (Average wage rate) u/ tahun anggaran yg
bersangkutan
•
Cara u/
mencari tingkat upah rata2 per orang per jam buruh langsung adl dgn membagi
jumlah rupiah yg dikeluarkan u/ membayar tenaga kerja langsung dgn jumlah jam
tenaga kerja langsung yg diperlukan
Example
Dlm sebuah perush., tenaga kerja langsung pd pabrik digolongkan mjd 3
tingkatan, yi golongan I, II, & lll.
Upah per jam buruh langsung masing2 golongan adl :
Golongan I = Rp 150,- per orang/ DLH
I I = Rp 200,- per orang/ DLH
I I I = Rp 250,-
per orang/ DLH
Jumlah masing2 golongan adl :
Golongan I = 50 orang
I I =
20 orang
I I I = 5 orang +
Jumlah = 75 orang
Tingkat Upah Rata2 Tenaga Kerja Langsung Perush. (per orang per DLH)
Tingkat Upah Rata2 = 1.275.000 per 7500
= Rp 170,- per DLH
Tingkat Upah Rata2
Tenaga Kerja yg perlu dicatat
Perlu diperhatikan bhw tingkat
upah rata2 dpt berubah apabila terjadi perubahan ratio dl penggunaan tenaga
kerja :
-
Ratio
kuantitas masing2 golongan tenaga kerja
-
Ratio tingkat
upah masing2 golongan tenaga kerja
Data Historis 1983
Tingkat Upah Rata2 = 12.000.000 per 50000
= Rp 240,- per DLH
Th 1984, akan diadakan kenaikan
pangkat 50 oarang gol I ke Gol II
Th 1984, akan terjadi
perubahan tingkat upah, mjd Rp 250,- per orang per DLH
Tingkat Upah Rata2 = 12.500.000 per 50000
= Rp 250,- per DLH
Manfaat Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja
- Penggunaan tenaga kerja secara lebih efisien krn rancangan yg matang
- Pengeluaran / biaya tenaga kerja dpt direncanakan & diatur secara lebih efisien
- Harga pokok barang dpt dihitung secara tepat
- Dipakai sbg alat pengawasan biaya tenaga kerja
Pengawasan Biaya Tenaga Kerja
- Salah satu jenis biaya yg dpt mjd masalah bagi perush.
- Pengawasan biaya tenaga kerja dpt dibantu dgn cara pendekatan yg baik thd para buruh, sehingga mereka dpt bekerja secara stabil sesuai dgn standar yg ditentukan.
- Pengawasan dpt diserahkan kpd mandor/supervisor, yg bertugas mengawasi & melaporkan apa yg dilakukan para buruh yg mjd tanggungjwbnya, yg sifatnya harian/bulanan.
- Pada laporan harian yg dibuat oleh supervisor, apa yg terjd pd hari itu dibandingkan dgn rencana u/ hari itu.
Misal
Setiap jam 10.00 pagi seorang supervisor membuat laporan ttg kegiatan
tenaga kerja u/ hari itu :
-
Jam kerja riil
-
Jam standar u/ output riil
-
Variasi waktu;
yg merupk. Selisih antara jam riil dgn jam standar.
Sdgkan laporan bulanan, bentuknya sama dgn laporan pada anggaran produksi
& anggaran bahan mentah.
Laporan pelaksanaan u/ tenaga kerja ini mrpk. “kelanjutan” dr laporan
pelaksanaan u/ bahan mentah.
Misal
q Rencana :
•
Akan
diproduksi bulan Januari 2200
•
Standar jam
buruh per unit barang 2
•
Tingkat upah
rata2 per jam Rp 50,-
q Realisasi :
•
Unit yg
diproduksi 2000
•
Jam buruh
selama bulan Januari 4.250
•
Biaya buruh
bulan Janusri Rp 210.025,-
Laporan Pelaksanaan Januari
19A
Laporan
Pelaksanaan
Februari 19A
Februari 19A
(bentuk
pengawasan biaya tenaga kerja)
PT. Sony Indonesia
- mpy 3 bagian produksi, yi bagian I, II, & III.
- Ada 2 macam barang yg diproduksi, yi X & Y.
- Barang X diproduksi melalui 3 bagian, sdgkan barang y hanya melalui bagian I & III .
Rencana Jam Buruh per Unit Barang :
Rencana Tingkat Upah Rata- Rata
Rencana Tingkat Produksi tahun 1983
PT. Sony Indonesia Menyusun 2 Sub Anggaran Tenaga Kerja
- Anggaran yg khusus merencanakan biaya tenaga kerja langsung
- Anggaran yg merencanakan jam buruh langsung (DLH)
Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung secara rinci harus mencantumkan :
- Jumlah barang yg diprodusir, yg dilihat dari anggaran produksi
- Jam buruh langsung (DLH) yg diperlukan u/ mengerjakan 1 unit barang
- Tingkat upah rata-rata per jam buruh langsung
- Jenis barang yg dihasilkan oleh perusahaan
- Waktu produksi barang (bulan/kwartal)
PT. Sony Indonesia Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung 1983
Anggaran Jam Buruh Langsung secara rinci harus mencantumkan :
- Jenis barang yg dihasilkan oleh perusahaan
- Bagian2 yg turut dlm proses produksi
- Jumlah DLH yg diperlukan u/ tiap jenis barang
- Waktu produksi barang (bulan/kwartal)
PT. Sony Indonesia Anggaran Jam Buruh Langsung 1983
BAB
9 BOP Budget 1
BOP
Budget 2
Biaya Harus Diawasi !!!
Dlm Mengadakan Perencanaan & Pengawasan Biaya Perlu diketahui :
Sifat2 Biaya (3 macam) !!!
1.
Fixed
Cost, yi biaya2 bersifat tetap, tanpa terpengaruh volume kegiatan, dgn asumsi :
kebijakan manajemen, periode waktu & lain2.
- Gaji
-
Pajak kekayaan
-
Asuransi
-
Penyusutan
(kecuali Performance Method)
Dlm Mengadakan Perencanaan & Pengawasan Biaya Perlu diketahui :
Sifat2 Biaya (3 macam) !!!
2.
Variabel
Cost, yi biaya2 secara total mengalami perubahan searah & sebanding dgn
perubahan tingkat kegiatan. Tingkat kegiatan perush. Dinyatakan dlm satuan
kegiatan (jam buruh langsung = DLH; Jam mesin = DMH; Unit barang = kg, liter,
dll)
- Biaya bahan mentah langsung
- Biaya tenaga kerja langsung
- Tenaga (Power)
Dlm Mengadakan Perencanaan & Pengawasan Biaya Perlu diketahui :
Sifat2 Biaya (3 macam) !!!
3.
Semi
Variabel Cost, yi biaya2 yg tdk bersifat variabel. Biaya ini mengalami
perubahan, ttp tdk sebanding dgn perubahan tingkat kegiatan.
- Biaya tenaga kerja tdk
langsung
- Biaya pemeliharaan
- Biaya peralatan
- Biaya bahan mentah tak
langsung, dll
Thd 3 Macam Pengolongan Biaya diatas, dpt Dilakukan Cara Pengolongan yg
Lain
BOP Budget
Biaya2 dlm pabrik yg dikeluarkan oleh perusahaan dlm rangka proses
produksi, kecuali biaya bahan mentah langsung & tenaga kerja langsung !!!
Begitu byk jenisnya, shg perlu perhatian khusus !!!
Perencanaan Besarnya Anggaran
Dlm menentukan besarnya dana yg hrs dianggarkan u/ Anggaran BOP, Terdpt 2 Masalah Pokok :
- Masalah penanggungjawab dlm perencanaan biaya
- Masalah menentukan jumlah biaya (anggaran)
Penanggung jawab dlm
Perencanaan Biaya
Departemen Produksi
Bagian di pabrik yg bekerja mengolah bahan mentah mjd barang jadi atau
produk akhir
( bagian yg secara langsung memproses barang jadi)!!!
Departemen Jasa
Bagian di pabrik yg menyediakan jasanya & secara tdk langsung ikut
berperanan dlm proses produksi, jasa yg disediakan mungkin saja sebagian
dipergunakan sendiri oleh bagian ini.
Item Biaya yg Mjd Tanggungjawab Departemen Produksi & Departemen Jasa
Dlm Mengadakan Perencanaan & Pengawasan Biaya Perlu diketahui :
Sifat2 Biaya (3 macam) !!!
2. Cara Menentukan Jumlah Anggaran
Masing2 depertemen (produksi & jasa) berhak merencanakan biaya sesuai
dengan jenis biaya yg menjadi tanggungjawabnya masing2.
Sedangkan u/ menentukan jumlahnya biaya masing2 item maupun biaya secara
keseluruhan bagi departemennya, maka perlu diperhatikan :
Menentukan Jumlahnya
Biaya Masing2 Item maupun Biaya Secara Keseluruhan Bagi Departemen
a. Berdasarkan sifatnya biaya dibagi 3 macam :
Fixed Cost, Variabel Cost & Semi Variabel Cost. Shg , ada biaya yg
jumlahnya sdh jelas, mis : penyusutan, yg jumlahnya sama dr. Waktu ke waktu ;
Gaji pegawai kecuali bila manajemen mengubah kebijaksanaannya.
b. Berdasarkan
wewenang u/ menentukan anggaran.
Ada biaya
yg wewenang menentukannya terletak dibagian itu sendiri ( dlm pengertian dpt
disetujui oleh atasan langsung). Mis :
- Penganggaran biaya
administrasi yg diselenggarakan
oleh bagian itu sendiri, adl mjd wewenang bagian itu sendiri u/
menganggarkannya.
Ada
biaya yg dihitung atas dasar
ketentuan yg wewenangnya terletak
diluar/diatas bagian itu sendiri.Mis :
- Gaji u/
pegawai tetap yg bekerja dibagian
itu sendiri, wewenangnya adl pd direksi & bukan di bagian itu sendiri.
Penganggaran Jumlah Biaya yg Perlu Disediakan akan diatur seperti :
Wewenang Pusat dlm arti bhw pelaksanaan penganggarannya tetap terletak di
tangan bagian masing-masing, namun cara menganggarkannya tunduk pd peraturan
pusat (Direksi Dept)
Pengawasan Biaya Overhead
•
Biaya Overhead
adl salah satu unsur utama biaya2 produksi, selain biaya bahan mentah &
biaya tenaga kerja langsung.
•
Terlalu
besarnya Biaya Overhead, secara langsung akan mempengaruhi harga pokok
produksi, yg akan memperkecil tingkat keuntungan yg diperoleh atau terpaksa
mempertinggi harga jual.
•
Dlm pengawasan
biaya overhead, salah satu masalah adl pengalokasian biaya bagian jasa/pembantu
kpd bagian produksi, hal ini timbul krn pengertian bagian jasa, bhw biaya yg
timbul pd bagian jasa selain u/
keperluan bagian itu sendiri, yg terutama bagian produksi. Dlm hal ini
pengalokasian biaya bagian jasa diperlakukan satu cara pendekatan “Clean
Cost Consept” dimana biaya overhead pd bagian jasa secara langsung
dialokasikan ke bagian2 produksi berdasarkan proporsi pemakaian jasa oleh
masing2 bagian produksi.
Example : selama proses produksi dlm th 1984, pd bagian jasa akan timbul
biaya overhead sebesar Rp 1.000.000,00. Jasa yg disediakan, dipakai oleh bagian
dgn proporsi :
Bagian produksi I : 40%
Bagian produksi II : 30%
Bagian produksi III : 30%
Berdasarkan proporsi pemakaian jasa tsb, maka biaya overhead Rp 1.000.000,00,
dpt dialokasikan ke masing-masing bagian dengan perhitungan sbb :
PT GG, selama th 1984 akan timbul biaya overhead sbb :
Jasa bagian Jasa selain dipakai oleh bagian produksi jg dipakai sendiri,
dimana terjadi tukar menukar jasa antara bagian I & Bagian jasa II.
Proporsi pemakaiannya sbb :
Menggunakan Aljabar
- X = 5.000.000 + 0,15 Y
- Y = 4.000.000 + 0,10 X
Kedua persamaan dikombinasikan mjd :
X = 5.000.000 + 0,15 (4.000.000 + 0,10 X )
X = 5.000.000 + 600.000 + 0,015 X
X – 0,015 X = 5.600.000
0,985 X = 5.600.000
X = 5.685.279
Y = 4.000.000 + 0,10 X
Y = 4.000.000 + 0,10 (5.685.279)
Y = 4.000.000 + 568.527
Y = 4.568.528
Artinya :
- Biaya overhead bagian Jasa I setelah mendapatkan alokasi biaya overhead dari bagian Jasa II, adl sebesar Rp 5.685.279,00
- Biaya overhead bagian Jasa II setelah mendapatkan alokasi biaya overhead dari bagian Jasa I, adl sebesar Rp 4.568.528
Jumlah Biaya Overhead Pabrik Neto Masing2 Bagian
Bagian Jasa
|
BOP Asli
|
Menerima
|
Memberi
|
BOP Neto
|
Bagian I ( X )
Bagian II ( Y )
|
5.000.000
4.000.000
|
685.279
568.528
|
568.528
685.279
|
5.116.751
3.883.249
|
Kedua Biaya BOP dari Dept Jasa I & II kmd dibebankan kpd Dept Produksi
I & II dgn Proporsi sbb:
Bagian Produksi I
|
Bagian Produksi II
|
|
(1)
BOP
Langsung
(2)
BOP Tdk
Langsung
a. Dept Jasa I (X) : 50/90
x BOP Neto
b. Dept Jasa II (Y) : 55/85
x BOP Neto
Jumlah Biaya
|
Rp 10.000.000
= 2.842.639
= 2.512.691
Rp 15.355.330
|
Rp 15.000.000
40/90 x BOP Neto = Rp 2.274.112
30/85 x BOP Neto = Rp 1.370.558
Rp 18.644.670
|
Masalah Satuan Kegiatan (Activity Base)
•
Satuan
kegiatan atau satuan penghitung adl satuan yg dipakai u mengetahui jumlah
kegiatan yg telah dilakukan oleh bagian produksi.
•
Satuan
kegiatan ini sangat diperlukan dlm penyusunan anggaran biaya overhead pabrik,
krn garis besarnya biaya overhead pabrik mrpk. hasil kali antara satuan
kegiatan dgn rupiah tertentu sbg tarif biaya overhead (Overhead rate).
Satuan2 Umum Dipakai Bagian Produksi
- Unit barang yg dihasilkan
- Jam buruh langsung ( Direct Labor Hours)
- Jam Mesin Langsung (Direct Machine Hours)
- Biaya Bahan Mentah
- Biaya Tenaga Kerja Langsung
Satuan2 Umum Dipakai Bagian Jasa/ Pembantu
- Jam reparasi langsung (Direct Repair Hours)
- Kilowatt hours, untuk bagian pembangkit tenaga listrik
- Nilai pembelian bahan mentah, u/ bagian pembelian
- Jam buruh langsung & jam tenaga kerja, u/ bagian umum & administrasi pabrik.
Perhitungan Harga Pokok Produksi
- Volume produksi masing2 barang (dr. Anggaran produksi)
- Biaya bahan mentah u/ masing2 barang (dr anggaran bahan mentah)
- Biaya tenaga kerja langsung u/ masing2 barang (dr. Anggaran tenaga kerja)
- Biaya Overhead masing2 bagian produksi & bagian jasa/pembantu
- Satuan kegiatan masing2 bagian produksi & bagian jasa/pembantu
- Angka2 standar pd masing2 bagian produksi & bagian jasa/pembantu
BAB
10 BOP Budget
PT.GR Memprodusir 2 (Dua) Macam Brg yakni Barang A & B, Data Rencana
Produksi :
Terdapat 2 Bagian Produksi, yakni bagian Produksi I
& II, serta I bagian jasa (Bagian Reparasi). Produksi I hanya dilalui brg A, sdgkan bagian
produksi II dilalui brg A & B
Angka Standar Bagian Produksi II
Angka Standar Bagian Reparasi
Perkiraan Biaya Overhead Yg Akan Timbul Pd Masing2 Bagian
Raw Material Budget
Direct Labor Budget
Dihitung Tingkat Kegiatan Masing2 Bagian Produkasi & Jasa Pembantu
Perhitungan Tarif Biaya Overhead (Overhead Rate) Masing2 Bagian Produksi
Perhitungan Harga Pokok Produksi
TAMAT.....
